PENGARUH PORTUGIS DALAM MUSIK KERONCONG

VICTOR GANAP
Staf Pengajar Jurusan Musik Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta


Abstrak
Keroncong diyakini berasal dari Portugis, berdasarkan fakta sejarah: (1) sejarah pada abad ke-16 para pelaut Portugis pernah singgah di kepulauan Nusantara; (2) ’cavaquiho’ adalah instrumen tradisional Potugis, di mana di Indonesia disebut dengan ukulele atau secara sederahana disebut keroncong; (3) repertoar keroncong seperti, Moresco, Cafrinho, Prounga adalah nyanyian fado orang-orang Portugis abad ke-16 di mana di Indonesia dikenal sebagai Kr. Moritsko, Kaparinyo; (4) istilah Potugis ‘coração’ (dalam hati) merupakan ekspresi khusus yang juga ditemui dalam menyanyikan keroncong, seperti cengkok ; (5) Keroncong Toegoe sudah dianggap sebagai genre pertama aliran musik keroncong di Indonesia.

Kata Kunci Genre, Repertoar, Waditra, Ekspresi



A. Pendahuluan

Musik keroncong berasal dari musik Portugis abad ke-16 yang disebut fado, berasal dari istilah Latin yang berarti ‘nasib’. Fado populer di lingkungan masyarakat perkotaan Portugal hingga saat sekarang ini. Fado pada awalnya merupakan nyanyian (mornas) yang dibawa oleh para budak negro dari Cape Verde, Afrika Barat ke Portugal sejak abad ke-15 (Antonio Pinto Da França, 1985:22). Fado berkembang menjadi lagu perkotaan, dan lagu untuk mengiringi tari-tarian Portugis. Tarian itu ada yang dipengaruhi budaya Islam bangsa Moor dari Afrika Utara yang masuk dan berkembang di Portugal dari abad ke-7 hingga abad ke-12, dan disebut Moresco. Tarian Moresco merupakan hiburan elite di lingkungan istana Portugal yang dibawakan oleh para penari Moor (Curt Sachs, 1937:333-335). Fado yang mengiringi tarian Moresco juga disebut lagu Moresco.

Lagu Moresco bersama gitar kecil cavaquinho dibawa oleh pelaut Portugis dalam pelayaran mereka menemukan ‘Dunia Baru’. Cavaquinho di Madeira disebut braguinha, di Brazil dinamakan machete, di Karibia disebut cuatro, di Hawaii menjadi ukelele, dan di Indonesia menjadi kroncong (Salwa El-Shawan Castelo-Branco, 2002:197). Peregrinação, atau naskah tentang petualangan pelaut Portugis menurut Philipe de Caverel menyebutkan bahwa tidak kurang dari sepuluh ribu cavaquinho telah turut terbawa dalam pelayaran ke Maroko pada tahun 1582 (Rebecca D. Catz, 1989:506-512). 
Lagu Moresco Portugis untuk pertama kali dituliskan pada tahun 1919 (A.Th. Manusama 1919:4a), namun tidak terdapat penjelasan dari mana notasi lagu itu diperoleh. Sementara itu Kusbini pertama kali mengenal lagu Kr. Moritsku dalam bentuk Keroncong Asli pada tahun 1924 yang tidak dikenal penciptanya, meski acapkali dinyanyikan dalam lomba keroncong di pasar malam Jaar Markt Soerabaja. Lagu itu kemudian dicatat oleh Kusbini pada tahun 1933 dalam 28 birama dibawakan dua kali dalam tempo andante, yang berbeda dengan lagu Moresco Portugis versi Manusama dalam 16 birama dibawakan dua kali dalam tempo moderato con amore (Kusbini, 1972:21). Betapapun kedua versi lagu Moresco itu menjadi mata rantai yang penting bagi pengaruh Portugis pada musik keroncong, meski keterkaitan antara keroncong Indonesia dengan fado Portugis abad ke-16 membutuhkan informasi lebih lanjut.

B. Latar Belakang Historis
Pada tahun 1513 armada dagang Portugis dipimpin Tomé Pires singgah di pelabuhan Sunda Kalapa dalam pelayaran dari Malaka ke Maluku. Kontak pertama itu meningkat menjadi perjanjian persahabatan antara Portugal dan Pajajaran pada tahun 1522 ditandai pemancangan batu padrão di pantai Sunda Kalapa (Armando Cortesão, 1944:166-173). Kehadiran Portugis di Sunda Kalapa amat singkat karena pada tahun 1527 Fatahillah berhasil mengusir mereka dari sana. Peninggalan musik Portugis di Sunda Kalapa dapat dikatakan nihil, kecuali orang peranakan mestizo hasil kawin campur dengan perempuan pribumi. Untuk itu penelusuran tentang pengaruh musik Portugis di Indonesia harus dilacak dari wilayah lainnya yaitu Maluku, karena Portugis mampu bertahan di sana lebih dari seabad lamanya hingga tahun 1640-an. Portugis berhasil menyebarkan agama dan budayanya di Maluku, selain keberhasilan ekonomi dalam perdagangan rempah-rempah. Mereka tidak perlu lagi membelinya dari para saudagar Arab di pasar Venezia, Italia dengan harga yang berlipat ganda. Pengaruh musik Portugis di Maluku juga amat kuat, seperti dikatakan oleh Judith Becker (1975:14) berikut ini.

Kroncong was brought to Eastern Indonesia (the Moluccas in particular) along with a guitar-like instrument by Portuguese sailors and seems to have been rapidly accepted by the indigenous populations.

Hal itu juga diakui oleh Triyono Bramantyo (2001-297-300), bahwa hingga saat ini masih dapat ditemukan peninggalan Portugis dalam bentuk tari França di Tidore, ensambel musik Bastidor di Bacan dan Jailolo, serta musik Jangere di Tobello, Halmahera. Maluku pada abad ke-17 menjadi sentra bagi persebaran musik Portugis ke wilayah lainnya di Jawa. Bagaimana hal itu dapat terjadi?
Pertama-tama akan dikutip data sejarah Indonesia yang dihimpun Merle C. Ricklefs (2005:44), bahwa sejak tahun 1620-an VOC membuang, mengusir, atau membantai seluruh penduduk Pulau Banda untuk membasmi penyelundupan sebagai tindak perlawanan penduduk Banda terhadap monopoli perdagangan rempah-rempah oleh VOC. Akibatnya banyak penduduk Banda yang ditawan ke Batavia, atau sebagian berhasil melarikan diri ke pulau-pulau di dekatnya. Dalam upaya melarikan diri ke Malaka, sebuah kapal yang ditumpangi tentara Portugis beserta keluarga mereka asal Banda mengalami kerusakan dan karam di lepas pantai Marunda. Mereka kemudian ditangkap oleh VOC dan pada tahun 1661 dibuang ke wilayah yang sekarang dikenal dengan nama Kampung Tugu, Cilincing, Jakarta Utara. Mereka membentuk komunitas Portugis di sana, dan menyanyikan lagu-lagu Portugis seperti Moresco dan Cafrinho, diringi waditra gitar kecil Portugis yang mereka buat sendiri. Siapakah mereka itu sesungguhnya?
Pendapat sejarawan Hindia Belanda seperti Frederik de Haan (1922:627), A. De Water (1937:400), dan Hugo Schuchardt (1891: menganggap komunitas itu berasal dari tentara Portugis di Malaka asal Bengali dan Coromandel (India Belakang) yang ditawan oleh VOC ke Batavia pada tahun 1641. Di Batavia mereka dijadikan budak yang kemudian dibebaskan dengan sebutan mardijkers setelah beralih menjadi pengikut Gereja Reformasi. Pendapat budayawan Hindia Belanda seperti Manusama (1919:1-6) dan musikolog Indonesia asal Belanda Surya Brata, aslinya bernama Bernard Ijzerdraat (1968:42), dan disepakati Da França (1985:20) mengatakan bahwa mereka adalah tentara Portugis asal Goa (India Depan) yang bertugas di Pulau Banda.

Untuk menguji kebenaran teori itu perlu dipertimbangkan pendapat dari sejarawan Portugis Luís Filipe F. Reis Thomaz (2000:60-99), bahwa tentara Portugis asal Bengali dan Tamil Keling (India) yang direkrut di Malaka tidak memiliki kesetiaan terhadap Portugis. Mereka kebanyakan kaum pedagang yang menjadi tentara karena tergiur bayaran yang tinggi. Portugis tidak berhasil menanamkan pengaruh agama dan budayanya di Malaka, dan ciri tentara Portugis di sana tidak sesuai dengan karakteristik komunitas Kampung Tugu. Sebaliknya sejarawan Belanda abad ke-16 Jan Huyghen van Linschoten (Arthur Coke Burnell, 1885:175-183) mengatakan bahwa orang Goa menjadi Katolik secara tulus dan memiliki kebanggaan terhadap jatidiri keportugisan mereka. Portugis berhasil menjadikan Goa sebagai ‘Rome of the East’, merekrut penduduk pribumi sebagai tentara Portugis yang patriotik dan mengenal musik Portugis, identitas yang cocok dengan sifat komunitas Kampung Tugu. 

Melalui komunitas itu musik Portugis tersebar ke Batavia, dan melahirkan apa yang dinamakan sebagai genre Krontjong Toegoe, yang menjadi cikal bakal musik keroncong Indonesia. Mereka membuat waditra gitar kecil Portugis dalam tiga jenis ukuran prounga, macina, dan jitera, yang di Maluku bernama ukulele, berasal dari istilah Hawaii ukelele yang berarti ‘jari yang melompat’. Oleh komunitas Kampung Tugu nama ukulele kemudian diganti menjadi kroncong, istilah secara onomatopoeic menurut bunyi ‘crong’ yang dihasilkannya. Musik yang dimainkan oleh ensambel tiga jenis waditra kroncong itu juga kemudian disebut sebagai musik keroncong. Selama masa Hindia Belanda, musik keroncong dapat bertahan disebabkan kedudukannya sebagai ars nova, musik yang egaliter (non-religius) bagi masyarakat Batavia, yang berbeda dari musik Klasik Barat dan musik gamelan tradisi kaum pribumi. Tidaklah mengherankan apabila musik keroncong berkembang dengan cepat, digemari oleh komunitas etnik asal Banda yang berdiam di Kampung Bandan, ditiru oleh masyarakat Indo-Belanda di Majoor Isaac de St. Martin (Kemajoran), atau di Meester Cornelis (Jatinegara), selain diimprovisasikan oleh tentara Hindia Belanda yang menempati barak-barak Weltevreden (Bronia Kornhauser, 1978:129-134).

Popularitas musik keroncong menimbulkan dampak negatif di masyarakat dengan munculnya istilah ‘buaya keroncong’, istilah yang ditujukan kepada para pemusik keroncong yang berkelana dengan penampilan dan sepak terjang mereka yang meresahkan masyarakat. Tidaklah mengherankan apabila musik keroncong pernah dilarang tampil di sebuah kota semasa pemerintah Hindia Belanda (J.S. Brandts-Buys, 1921:1-90). Beruntunglah bahwa para pemusik keroncong dari golongan masyarakat menengah lambat laun berhasil memulihkan citra musik keroncong sebagai sebuah musik hiburan yang layak tampil, terutama setelah siaran radio NIROM (Nederlandsch Indische Radio Omroep Maatschappij) mengudara untuk pertama kalinya pada tahun 1925. Orkes keroncong semakin banyak bermunculan, dan predikat ‘buaya keroncong’ berbalik menjadi suatu kehormatan bagi para perintis dan pendukung musik keroncong, seperti Kusbini, Tan Tjeng Bok, Bram Titaley, Abdullah, Ismail Marzuki, Annie Landouw, Gesang, dan Pratikno Kelly Puspito. Mereka berhasil menjuarai lomba keroncong yang diselenggarakan secara berkala melalui acara Fandel Concours Keroncong sejak tahun 1920-an, sebagai cikal bakal Pemilihan Bintang Radio Jenis Keroncong yang diselenggarakan oleh Radio Republik Indonesia sejak tahun 1951.

C. Diskursif Musikologis
Peranan orang Moor yang cukup dominan dalam sejarah Eropa abad ke-15 diangkat oleh Shakespeare ke dalam karyanya sebuah drama tragedi berjudul Othello. Kisah itu diangkat kembali ke dalam opera Italia abad ke-19 melalui karya Giuseppe Verdi berjudul Otello dengan libretto Arrigo Boito, yang digelar perdana di La Scala, Milan tahun 1887 (Arnold Whittall, 1987:125-128). Tema eksotik Islamik pada masa Klasik Vienna juga menarik perhatian Mozart, yang diekspresikan melalui karya a la turca, seperti singspiel Jerman Die Entführung aus dem Serail, dengan vaudeville yang menggambarkan musik marching band para pengawal Pasha Selim. 

Moresco menjadi bukti pengaruh Islam di Portugal, selain digunakannya waditra adufe, rebana Portugis berbentuk persegi untuk mengiringi tarian. Istilah Moor oleh Tomé Pires kemudian digunakan untuk menamakan jatidiri orang Islam dari bangsa mana pun, sehingga pengertian Moresco adalah seni yang bernafaskan keislaman. Sebaliknya seni non-Islamik disebut Cafrinho, berasal dari kata cafr atau kafir, istilah yang digunakan untuk menamakan para heathen atau kaum creolist Portugis di Goa, India.
Moresco dan Cafrinho menjadi bukti pengaruh musik Portugis abad ke-16 pada musik keroncong. Ciri yang khas dari melodi Moresco adalah penggunaan motif kromatik neighbouring note, yang terdapat pada meladi Moresco versi Manusama maupun melodi 
Selanjutnya perhatikan pula contoh motif fado Portugis berikut ini berjudul Camélias, nama sejenis bunga yang menjadi nama sebuah vira atau tarian khas Coimbra yang sebenarnya juga berasal dari tarian Moresco, Waditra pengiring yang dominan adalah guitarra portuguesa, adaptasi dari citern Inggris yang masuk ke Portugal pada abad ke-18 melalui koloni Inggris di Oporto. 

Moresco yang bernafaskan keislaman lazimnya dinyanyikan vokalis perempuan dengan nasal voice, karena diharamkan bagi mereka menyanyi dengan membuka mulut di hadapan publik. Nasal voice tidak lazim bagi vokalis Portugis, sehingga mereka menggantikannya dengan suara falsetto yang hanya cocok untuk suara laki-laki namun tidak untuk suara perempuan. Akibatnya vokalis perempuan terdengar berteriak bukan lagi bernyanyi, seperti halnya suara para vokalis perempuan dalam menyanyikan lagu keroncong pada tahun 1920-an di Indonesia. Ternyata kasus yang sama terjadi juga pada fado Portugis yang berasal dari Moresco, seperti lagu Folgadinho berikut ini dengan nada tertinggi pada f#2. Namun yang menarik adalah imitasi nasal voice dari vokalis perempuan Portugis sebagai tuntutan dalam menyanyikan sebuah Moresco menghasilkan warna yang berbeda dengan para sindhen Jawa, karena lebih merupakan sebuah jeritan falsetto dibandingkan dengan vokalis laki-laki yang bebas membuka mulut. 

Folgadinho menjadi julukan bagi seseorang yang suka bermalas-malasan. Khususnya bagi orang Moor di Portugal yang gemar bekerja, istilah Folgadinho menjadi sebuah sindiran. Syair lagu Folgadinho bersifat parodial dan responsorial yang selalu diakhiri dengan refrain. Sebagai fado pengiring tarian refrain dinyanyikan tutti chorus sambil bertepuk tangan, sebagai pengganti waditra adufe atau rebana Arab, yang asalnya adalah bunyi kerincing gelang kaki si penari Moor di istana Portugal pada abad ke-12, seperti halnya penari Katakali dari India, atau penari Ngremo gaya Jawa Timuran.

Bentuk lagunya identik dengan lagu-lagu rakyat dari Maluku, seperti Ayo Mama dan Ca-ca Marica, yang syairnya parodial dan judulnya diambil dari refrain. Lagu ini merupakan nyanyian lomba untuk memperlihatkan kemampuan vokalis dalam menghafal atau mencipta seketika pantun yang berbalas-balasan. Bentuk lagunya merupakan genre generik musik keroncong, sebelum dalam perkembangannya pada abad ke-20 dipengaruhi oleh teater bangsawan atau komedi stambul menjadi sebuah entr’acte, atau mendapatkan sentuhan gaya klasik gamelan Jawa garapan Kusbini dalam Keroncong Asli yang durchkomponiert, tanpa pengulangan. Atau tetap dalam bentuknya yang strophic-composed menjadi sebuah Langgam gaya Tin Pan Alley garapan Tjok de Fretes, atau gaya Langgam Jawa garapan Gesang dan Anjar Any, atau gaya Keroncong Beat garapan Rudi Pirngadie.

Warna musik Portugis yang khas dihasilkan oleh waditra cavaquinho yang dimainkan secara rasgueado, dan guitarra portuguesa yang bernuansa etnik, dalam arti di luar standar warna orkestra simfonik Barat. Warna itu tetap melekat pada musik keroncong melalui penggunaan waditra ukulele I (cuk) dan ukulele II (cak), serta mandolin yang juga bernuansa etnik. Pengaruh Portugis saat ini hanya tersisa pada permainan rhythmic riff dari ‘crong’ ukulele saja, yang tetap tampil di tengah orkestrasi keroncong Indonesia yang menggunakan kendangan cello dan bas pizzicato, gitar yang mbrebel banyu mili, biola atau flute pembawa melodic-line dan melodic-filler, akibat pengaruh dari berbagai gaya musik lokal pada sentra-sentra keroncong di Jawa hingga ke Makassar dan Ambon. Tidaklah mengherankan apabila terdapat anggapan masyarakat, bahwa proses indonesianisasi musik keroncong telah mencapai titik puncak sebagai salah satu aliran besar (mainstreams) musik Indonesia.

Kendati demikian, posisi kunci dalam musik keroncong tetap berada di tangan vokalis melalui apa yang disebut sebagai ekspresi coração, yang sejak berabad-abad disyaratkan dalam menyanyikan fado Portugis. Ekspresi dari dalam hati itu juga menjiwai setiap vokalis keroncong, sehingga melodinya tidak saja dipenuhi dengan berbagai ornamen (cengkok), melainkan juga pembawaan kalimat lagu yang rubato menuruti perasaan vokalisnya. Ekspresi coração bersifat stereotyped, yang tidak mungkin dicipta ulang dan akan selalu muncul dalam setiap garapan orkestrasi keroncong yang monodik sebagai the art of accompaniment, maupun orkestrasi harmonik sebagai sebuah symphonic poem. Pada akhirnya memang harus diakui, bahwa dalam setiap bentuk musik yang berfungsi sebagai entertainment di masyarakat termasuk musik keroncong, berlaku pemeo ‘the singer, not the song’. 

D. Kesimpulan
Musik keroncong merupakan sebuah musical hybrid, genre hasil akumulasi dari berbagai elemen Barat (Portugis dan Belanda) dan non-Barat (Arab, Afrika, India, Cina, Oceania, Betawi, dan Jawa). Pengaruh musik Portugis abad ke-16 yang masih melekat hingga kini adalah pada penggunaan waditra ukulele dan ekspresi vokalis. Unsur Portugis itu dibawa pada abad ke-17 dari Pulau Banda ke Kampung Tugu di Jakarta dan melahirkan musik keroncong. Pengaruh Belanda selama tiga abad menyebabkan repertoar keroncong berbahasa Portugis cristão lenyap, digantikan dengan repertoar Hindia Belanda dalam bentuk langgam. Pengaruh Jawa pada abad ke-20 melahirkan bentuk keroncong asli dan langgam Melayu dan Jawa. Pengaruh komedi bangsawan melahirkan bentuk stambul sebagai entr’acte instrumental yang menjembatani adegan demi adegan. Dalam berbagai ragam bentuk musik keroncong saat ini, pengaruh musik Portugis abad ke-16 dalam bentuk Moresco dapat dikatakan hanya merupakan sebuah mitos, yang di Portugal saat ini juga sudah tidak ditemukan lagi. 

PERADABAN MUSIK INDONESIA (NUSANTARA)

PERADABAN HINDU-BUDDHA

Kerajaan awal
Indonesia seperti banyak dari Asia Tenggara dipengaruhi oleh budaya India. Dari abad kedua, melalui Dinasti India seperti dinasti Pallava, Gupta Empire, Empire Pala dan Chola Empire pada abad-abad berikutnya hingga abad ke-12, penyebaran budaya India di seluruh Asia Tenggara.


Prasasti batu 1.600 tahun dari era Purnawarman, raja Tarumanagara, yang didirikan di Tugu Kecamatan Jakarta.
Referensi ke Dwipantara atau Yawadvipa, kerajaan Hindu di Jawa dan Sumatera muncul dalam tulisan-tulisan Sansekerta dari 200 SM. Dalam epik India awal, Ramayana, Sugriwa, kepala tentara Rama mengirim anak buahnya untuk Yawadvipa, Pulau Jawa, mencari Sita. awal peninggalan arkeologi yang ditemukan di Indonesia adalah dari Taman Nasional Ujung Kulon, West Jawa, di mana patung Hindu awal Ganesha diperkirakan dari abad ke -1 ditemukan di puncak Gunung Raksa di pulau Panaitan. Ada juga bukti arkeologi Sunda kerajaan di Jawa Barat berasal dari abad ke-2, dan Jiwa Temple di Batujaya, Karawang, Jawa Barat mungkin dibangun sekitar waktu ini. Kebudayaan India Selatan ini menyebar ke Asia Tenggara dengan India Selatan Pallava dinasti di abad ke-4 dan ke-5. dan pada abad ke-5, batu prasasti yang ditulis dalam skrip Pallava ditemukan di Jawa dan Kalimantan.


Abad ke-8 Borobudur monumen Buddha, dinasti Sailendra
Sejumlah Hindu dan Buddha negara berkembang dan kemudian menurun di seluruh Indonesia. Salah satu kerajaan awal tersebut adalah Tarumanagara, yang berkembang antara 358 dan 669 Masehi. Terletak di Jawa Barat dekat dengan modern Jakarta, raja abad ke-5 nya, Purnawarman, didirikan awal prasasti yang dikenal di Jawa, prasasti Ciaruteun terletak dekat Bogor. Pada monumen ini, Raja Purnavarman tertulis namanya dan membuat jejak jejak kaki-Nya, serta jejak kaki gajah nya. Prasasti yang menyertainya berbunyi,” Berikut adalah jejak kaki Raja Purnavarman, penakluk heroik dunia”. Prasasti ini ditulis dalam aksara Palawa dan dalam bahasa Sansekerta dan masih jelas setelah 1500 tahun. Purnawarman rupanya membangun sebuah kanal yang mengubah arah Sungai Cakung, dan tiriskan daerah pesisir untuk pertanian dan pemukiman tujuan. Dalam prasasti batu itu, Purnawarman terkait dirinya dengan Wisnu, dan Brahmana ritual dijamin proyek hidrolik. Tiga plinths kasar yang berasal dari awal abad ke-4 yang ditemukan di Kutai, Kalimantan Timur, dekat Sungai Mahakam. The plinths menanggung prasasti dalam naskah Pallava India bertuliskan” Sebuah hadiah kepada para imam Brahmana”.
Sejarah politik kepulauan Indonesia selama 7 sampai abad 11 didominasi oleh Sriwijaya yang berbasis di Sumatera, juga Sailendra yang didominasi Jawa Tengah dan dibangun Borobudur, monumen Budha terbesar di dunia. Sejarah sebelumnya dari abad 14 dan 15 tidak dikenal karena kelangkaan bukti. Dua negara besar mendominasi periode ini; Majapahit di Jawa Timur, yang terbesar dari negara-negara pra - Islam Indonesia, dan Malaka di pantai barat Semenanjung Melayu, bisa dibilang yang terbesar dari kerajaan perdagangan Muslim.

Medang  
Prambanan di Jawa, dibangun selama Dinasti Sanjaya dari Mataram, itu adalah salah satu kompleks candi Hindu terbesar di Asia Tenggara.
Artikel utama: Kerajaan Medang
Medang atau sebelumnya dikenal sebagai Mataram merupakan kerajaan Indianized yang berbasis di Jawa Tengah sekitar modern Yogyakarta antara abad ke-8 dan ke-10. Pusat kerajaan dipindahkan dari Jawa Tengah ke Jawa Timur oleh Mpu Sindok. Letusan Gunung Merapi atau perebutan kekuasaan mungkin telah menyebabkan bergerak.
Raja pertama Mataram adalah Sri Sanjaya dan meninggalkan prasasti di atas batu. Candi Hindu yang monumental Prambanan di sekitar Yogyakarta dibangun oleh Daksa. Dharmawangsa memerintahkan terjemahan dari Mahabharata ke Jawa Kuno pada tahun 996.
Kerajaan runtuh ke dalam kekacauan pada akhir pemerintahan Dharmawangsa di bawah tekanan militer dari Sriwijaya. Salah satu raja besar terakhir Mataram adalah Airlangga yang memerintah dari 1016 sampai 1049. Airlangga adalah putra Udayana Bali dan relatif Dharmawangsa kembali mendirikan kerajaan termasuk Bali dengan nama Kahuripan.



Sriwijaya

Kerajaan Sriwijaya di Asia Tenggara
Sriwijaya adalah sebuah kerajaan etnis Melayu di Sumatera yang dipengaruhi banyak Maritim Asia Tenggara. Dari abad ke-7 Masehi, angkatan laut kerajaan Sriwijaya yang kuat berkembang sebagai akibat dari perdagangan dan pengaruh Hindu dan Budha yang diimpor dengan itu.

Pada awal abad ke -1 kapal Indonesia melakukan pelayaran perdagangan sejauh Afrika. Gambar : sebuah kapal yang terpahat di Borobudur, sekitar tahun 800 Masehi.
Sriwijaya berpusat di pusat perdagangan pesisir Palembang hari ini. Sriwijaya bukan ”negara" dalam pengertian modern dengan batas-batas pasti dan pemerintah terpusat yang warga memiliki kesetiaan. Sebaliknya Sriwijaya adalah bentuk konfederasi masyarakat berpusat pada jantung kerajaan. Itu thalassocracy dan tidak memperluas pengaruhnya jauh melampaui wilayah pesisir pulau-pulau Asia Tenggara. Perdagangan adalah kekuatan pendorong Sriwijaya seperti itu untuk sebagian besar masyarakat sepanjang sejarah. Angkatan Laut Srivijayan menguasai perdagangan yang membuat jalan melalui Selat Malaka.
Pada abad ke-7, pelabuhan dari berbagai negara vasal Sriwijaya berjajar kedua pantai Selat Melaka. Pada saat ini, Sriwijaya telah membentuk kedaulatan di daerah yang luas dari Sumatera, Jawa bagian barat, dan sebagian besar Semenanjung Melayu. Mendominasi Malaka dan selat Sunda, kerajaan dikontrol baik lalu lintas Spice Route dan perdagangan lokal. Ini tetap menjadi kekuatan laut yang tangguh sampai abad ke-13. Ini menyebarkan budaya etnis Melayu di seluruh Sumatera, Semenanjung Melayu, dan Kalimantan Barat. Sebuah kubu Vajrayana Buddhisme, Sriwijaya menarik peziarah dan sarjana dari bagian lain di Asia.
Hubungan antara Sriwijaya dan Chola Empire of India selatan adalah ramah pada masa pemerintahan Raja Raja Chola I, tetapi pada masa pemerintahan Rajendra Chola I Kekaisaran Chola menyerang kota Sriwijaya. Serangkaian serangan Chola di abad ke-11 melemahkan hegemoni Srivijayan dan memungkinkan pembentukan kerajaan daerah berdasarkan, seperti Kediri, pada pertanian intensif daripada pesisir dan perdagangan jarak jauh. Pengaruh Srivijayan berkurang oleh abad ke-11. Pulau ini berada di sering konflik dengan kerajaan Jawa, pertama Singhasari dan Majapahit kemudian. Islam akhirnya membuat jalan ke wilayah Aceh Sumatera, menyebarkan pengaruhnya melalui kontak dengan pedagang Arab dan India. Pada akhir abad ke-13, Kerajaan Pasai di Sumatera Utara masuk Islam. Prasasti terakhir tanggal ke 1374, di mana seorang pangeran mahkota, Ananggavarman, disebutkan. Sriwijaya lagi ada oleh 1414, ketika Parameswara, pangeran terakhir kerajaan, masuk Islam dan mendirikan Kesultanan Malaka di semenanjung Melayu.

Singhasari dan Majapahit
Wringin Lawang, gerbang perpecahan menunjukkan konstruksi bata merah, dan garis-garis geometris yang kuat dari arsitektur Majapahit. Terletak di Jatipasar, Trowulan, Jawa Timur.

Meskipun kurangnya bukti sejarah, diketahui bahwa Majapahit adalah yang paling dominan dari negara-negara pra - Islam di Indonesia. The Hindu Majapahit didirikan di Jawa Timur pada akhir abad ke-13, dan di bawah Gajah Mada itu mengalami apa yang sering disebut sebagai” Golden Age” dalam sejarah Indonesia, ketika pengaruhnya diperpanjang untuk banyak selatan Semenanjung Malaya, Kalimantan, Sumatra, dan Bali [ rujukan? ] dari sekitar 1293 sampai sekitar 1500.
Pendiri Kekaisaran Majapahit, Kertarajasa, adalah anak -in - hukum dari penguasa kerajaan Singhasari, juga berbasis di Jawa. Setelah Singhasari mengusir Sriwijaya dari Jawa pada 1290, meningkatnya kekuasaan Singhasari datang menjadi perhatian Kubilai Khan di China dan dia mengirim utusan menuntut upeti. Kertanagara, penguasa kerajaan Singhasari, menolak untuk membayar upeti dan Khan mengirim ekspedisi hukuman yang tiba di lepas pantai Jawa pada tahun 1293. Pada saat itu, seorang pemberontak dari Kediri, Jayakatwang, telah membunuh Kertanagara. Pendiri Majapahit bersekutu dengan Mongol melawan Jayakatwang dan, setelah kerajaan Singhasari dihancurkan, berbalik dan memaksa sekutu Mongol untuk mundur dalam kebingungan.
Gajah Mada, perdana menteri Majapahit yang ambisius dan bupati 1331-1364, diperpanjang aturan kekaisaran ke pulau-pulau sekitarnya. Beberapa tahun setelah kematian Gajah Mada, angkatan laut Majapahit ditangkap Palembang, mengakhiri kerajaan Sriwijaya. Meskipun penguasa Majapahit diperpanjang kekuasaan mereka atas pulau-pulau lain dan menghancurkan kerajaan tetangga, fokus mereka tampaknya telah pada mengendalikan dan mendapatkan bagian yang lebih besar dari perdagangan komersial yang melewati nusantara. Tentang waktu Majapahit didirikan, pedagang dan proselytisers Muslim mulai memasuki daerah tersebut. Setelah puncaknya pada abad ke-14, kekuasaan Majapahit mulai menurun dan tidak mampu mengontrol kekuatan naiknya Kesultanan Malaka. Tanggal untuk akhir Kekaisaran Majapahit berkisar 1.478-1.520. Sejumlah besar istana, seniman, pendeta, dan anggota keluarga kerajaan pindah ke timur ke pulau Bali pada akhir kekuasaan Majapahit.

Usia negara-negara Islam

Penyebaran Islam

Rekening awal dari tanggal kepulauan Indonesia dari Kekhalifahan Abbasiyah, menurut mereka rekening awal kepulauan Indonesia yang terkenal di kalangan pelaut muslim awal terutama karena kelimpahan komoditas perdagangan rempah-rempah yang berharga seperti pala, cengkeh, lengkuas dan banyak rempah-rempah lainnya.
Meskipun para pedagang Muslim pertama perjalanan melalui Asia Tenggara pada awal era Islam, penyebaran Islam di kalangan penduduk tanggal kepulauan Indonesia pada abad ke- 13 di Sumatra Utara. Meskipun diketahui bahwa penyebaran Islam mulai di barat nusantara, bukti fragmentaris tidak menyarankan gelombang bergulir konversi melalui daerah sekitarnya,. melainkan menunjukkan proses itu rumit dan lambat penyebaran Islam didorong oleh meningkatnya jaringan perdagangan di luar nusantara, dalam umum, pedagang dan royalti kerajaan besar adalah yang pertama mengadopsi agama baru.
Wilayah Indonesia lainnya secara bertahap diadopsi Islam, sehingga agama dominan di Jawa dan Sumatra pada akhir abad ke-16. Untuk sebagian besar, dilapisi Islam dan dicampur dengan pengaruh budaya dan agama yang ada, yang berbentuk bentuk dominan dari Islam di Indonesia, khususnya di Jawa. Hanya Bali mempertahankan mayoritas Hindu. Di kepulauan timur, kedua misionaris Islam Kristen dan aktif pada abad 16 dan 17, dan, saat ini, ada komunitas besar dari kedua agama di kepulauan ini.




Kesultanan Mataram

Pemakaman senyawa Mataram Sultan di Kota Gede, Yogyakarta.
Kesultanan Mataram adalah Kesultanan ketiga di Jawa, setelah Kesultanan Demak Bintoro dan Kesultanan Pajang.
Menurut catatan Jawa, Kyai Gedhe Pamanahan menjadi penguasa wilayah Mataram di 1570-an dengan dukungan dari kerajaan Pajang ke timur, dekat lokasi saat ini Surakarta (Solo). Pamanahan sering disebut sebagai Kyai Gedhe Mataram setelah kenaikan-Nya.
Anak Pamanahan itu, Panembahan Senapati Ingalaga, menggantikan ayahnya di atas takhta sekitar 1584. Di bawah Senapati kerajaan tumbuh secara substansial melalui kampanye militer reguler terhadap tetangga Mataram. Tak lama setelah aksesi nya, misalnya, ia menaklukkan pelanggan ayahnya di Pajang.
Pemerintahan Panembahan Seda ing Krapyak (c. 1601-1613), putra Senapati, didominasi oleh perang lebih lanjut, terutama terhadap kuat Surabaya, sudah menjadi pusat utama di Jawa Timur. Kontak pertama antara Mataram dan Belanda East India Company (VOC) terjadi di bawah Krapyak. Kegiatan Belanda pada waktu itu terbatas pada perdagangan dari pemukiman pesisir terbatas, sehingga interaksi mereka dengan pedalaman Mataram kerajaan yang terbatas, meskipun mereka membentuk aliansi melawan Surabaya pada 1613. Krapyak meninggal tahun itu.
Krapyak digantikan oleh putranya, yang hanya dikenal sebagai Sultan Agung (“ Sultan Besar”) dalam catatan Jawa. Agung bertanggung jawab atas ekspansi besar dan warisan sejarah abadi Mataram karena penaklukan militer ekstensif pemerintahan panjang 1613-1646.
Setelah bertahun-tahun perang Agung akhirnya menaklukkan Surabaya. Kota ini dikelilingi oleh tanah dan laut dan kelaparan menjadi beberapa bagian. Dengan Surabaya dibawa ke kerajaan, kerajaan Mataram mencakup semua tengah dan timur Jawa, dan Madura, hanya di barat tidak Banten dan pemukiman Belanda di Batavia tetap berada di luar kendali Agung. Dia mencoba berulang kali di 1620 dan 1630-an untuk mengusir Belanda dari Batavia, tetapi pasukannya telah bertemu pertandingan mereka, dan dia dipaksa untuk berbagi kontrol atas Jawa.
Pada 1645 ia mulai membangun Imogiri, tempat pemakaman nya, sekitar lima belas kilometer selatan Yogyakarta. Imogiri tetap menjadi tempat peristirahatan sebagian besar royalti Yogyakarta dan Surakarta untuk hari ini. Agung meninggal pada musim semi tahun 1646, dengan gambar-Nya tak terkalahkan kerajaan hancur oleh kerugian kepada Belanda, tapi dia meninggalkan sebuah kerajaan yang menutupi sebagian besar Jawa dan pulau-pulau tetangga.
Setelah mengambil takhta, putra Agung Susuhunan Amangkurat I berusaha membawa stabilitas jangka panjang untuk wilayah Mataram, membunuh para pemimpin lokal yang kurang hormat padanya, dan menutup port sehingga ia sendiri memiliki kontrol atas perdagangan dengan Belanda.
Pada pertengahan 1670-an - ketidakpuasan dengan raja mengipasi menjadi pemberontakan terbuka. Raden Trunajaya, seorang pangeran dari Madura, memimpin pemberontakan dibentengi oleh tentara bayaran keliling dari Makassar yang menangkap istana raja di Mataram pada pertengahan 1677. Raja melarikan diri ke pantai utara dengan putra tertuanya, raja masa depan Amangkurat II, meninggalkan anaknya yang lebih muda Pangeran Puger di Mataram. Rupanya lebih tertarik pada keuntungan dan balas dendam daripada dalam menjalankan kerajaan berjuang, pemberontak Trunajaya dijarah pengadilan dan mundur ke basis di Jawa Timur meninggalkan Puger mengendalikan pengadilan lemah.
Amangkurat I meninggal setelah pengusiran, membuat Raja Amangkurat II pada tahun 1677. Dia juga hampir tak berdaya, meskipun, setelah melarikan diri tanpa tentara atau treasury untuk membangun satu. Dalam upaya untuk mendapatkan kembali kerajaannya, ia membuat konsesi besar kepada Belanda, yang kemudian pergi berperang untuk mengembalikan dia. Untuk Belanda, kerajaan Mataram yang stabil yang sangat berhutang budi kepada mereka akan membantu memastikan perdagangan lanjutan yang menguntungkan. Mereka bersedia untuk meminjamkan kekuatan militer mereka untuk menjaga kerajaan bersama-sama. Pasukan Belanda lebih dulu ditangkap Trunajaya, kemudian dipaksa Puger mengakui kedaulatan kakaknya Amangkurat II. Kerajaan runtuh setelah perang dua tahun, di mana permainan kekuasaan melumpuhkan Sunan.
Kesultanan Banten [sunting ]
Artikel utama: Kesultanan Banten
Pada 1524-1525, Sunan Gunung Jati dari Cirebon, bersama-sama dengan tentara Demak Kesultanan, merebut pelabuhan Banten dari kerajaan Sunda, dan mendirikan Kesultanan Banten. Hal ini disertai dengan pengkhotbah Muslim dan penerapan Islam di antara penduduk setempat. Pada puncaknya pada paruh pertama abad ke-17, Kesultanan berlangsung 1526-1813 AD. Kesultanan meninggalkan banyak sisa-sisa arkeologi dan catatan sejarah. [ 28 ]
Era kolonial

Dimulai pada abad ke-16, gelombang yang berurutan dari Eropa - Portugis, Spanyol, Belanda dan Inggris - berusaha untuk mendominasi perdagangan rempah-rempah di sumber di India dan ' Spice Islands ' (Maluku) dari Indonesia. Ini berarti menemukan cara untuk Asia untuk memotong pedagang Muslim yang, dengan stopkontak Venetian mereka di Mediterania, dimonopoli impor rempah-rempah ke Eropa. Astronomis harga pada saat itu, rempah-rempah yang sangat didambakan tidak hanya untuk melestarikan dan membuat daging buruk diawetkan enak, tetapi juga sebagai obat-obatan dan ramuan sihir.
Kedatangan orang Eropa di Asia Tenggara sering dianggap sebagai momen DAS dalam sejarahnya. Ulama lain menganggap pandangan ini tidak bisa dipertahankan, [ 29 ] menyatakan bahwa pengaruh Eropa pada masa kedatangan awal abad ke-16 dan ke-17 terbatas di kedua daerah dan kedalaman. Hal ini sebagian karena Eropa tidak menjadi daerah yang paling maju atau dinamis di dunia pada awal abad ke-15. Sebaliknya, kekuatan ekspansionis utama kali ini adalah Islam, pada tahun 1453, misalnya, Turki Ottoman menaklukkan Konstantinopel, sementara Islam terus menyebar ke seluruh Indonesia dan Filipina. Pengaruh Eropa, terutama yang dari Belanda, tidak akan memiliki dampak terbesar pada Indonesia sampai abad ke-18 dan ke-19.
Portugis [ sunting]
Google Translate for Business:Translator ToolkitWebsite TranslatorGlobal Market Finder
Turn off instant translationAbout Google TranslateMobilePrivacyHelpSend feedback

PORTUGIS

Pabrik pala adalah tanaman asli Kepulauan Banda di Indonesia. Setelah salah satu komoditas dunia yang paling berharga, itu menarik pertama kekuatan kolonial Eropa pertama ke Indonesia.
Baru ditemukan keahlian Portugis dalam navigasi, pembangunan kapal dan persenjataan memungkinkan mereka untuk melakukan ekspedisi berani eksplorasi dan ekspansi. Dimulai dengan ekspedisi eksplorasi pertama yang dikirim dari Malaka yang baru ditaklukkan tahun 1512, Portugis adalah orang Eropa pertama yang tiba di Indonesia, dan berusaha untuk mendominasi sumber-sumber rempah-rempah yang berharga dan untuk memperluas usaha misionaris Gereja Katolik. Portugis berbelok ke timur ke Maluku dan baik melalui penaklukan militer dan aliansi dengan penguasa lokal, mereka mendirikan pos perdagangan, benteng, dan misi di pulau Ternate, Ambon, dan Solor antara lain. Ketinggian kegiatan misionaris Portugis, bagaimanapun, datang pada paruh kedua abad ke-16. Pada akhirnya, kehadiran Portugis di Indonesia dikurangi menjadi Solor, Flores dan Timor di Nusa Tenggara modern, menyusul kekalahan di tangan pribumi Ternateans dan Belanda di Maluku, dan kegagalan umum untuk mempertahankan kontrol perdagangan di wilayah tersebut. dibandingkan dengan ambisi Portugis asli untuk mendominasi perdagangan Asia, pengaruh mereka pada budaya Indonesia adalah kecil: keroncong balada gitar romantis; sejumlah kata-kata Indonesia yang mencerminkan peran Portugis sebagai lingua franca di kepulauan bersama Melayu, dan banyak nama keluarga di Indonesia bagian timur seperti da Costa, Dias, de Fretes, Gonsalves, dll dampak yang paling signifikan dari kedatangan Portugis adalah gangguan dan disorganisasi dari jaringan perdagangan sebagian besar sebagai akibat dari penaklukan mereka Malaka, dan penanaman signifikan pertama Kekristenan di Indonesia. Ada terus menjadi komunitas Kristen di kawasan timur Indonesia sampai saat ini, yang telah memberikan kontribusi untuk rasa kepentingan bersama dengan Eropa, khususnya di antara orang Ambon. [ 32 ]

DUTCH EAST - INDIA COMPANY
Artikel utama: Dutch East India Company di Indonesia


Sebuah peta Belanda abad ke-18 awal dari waktu ketika hanya port pesisir utara Jawa yang terkenal ke Belanda
Pada tahun 1602, parlemen Belanda diberikan VOC monopoli terhadap perdagangan dan aktivitas kolonial di wilayah tersebut pada suatu waktu sebelum perusahaan dikendalikan setiap wilayah di Jawa. Pada 1619, VOC menaklukkan kota Jawa Barat dari Jayakarta, di mana mereka mendirikan kota Batavia (sekarang Jakarta). The VOC menjadi sangat terlibat dalam politik internal Jawa pada periode ini, dan berjuang dalam sejumlah peperangan yang melibatkan pemimpin Mataram dan Banten.
Belanda mengikuti aspirasi Portugis, keberanian, kekejaman dan strategi tetapi membawa organisasi yang lebih baik, senjata, kapal, dan dukungan keuangan yang superior. Meskipun mereka gagal untuk mendapatkan kontrol penuh terhadap perdagangan rempah-rempah Indonesia, mereka memiliki lebih banyak keberhasilan dari upaya Portugis sebelumnya. Mereka mengeksploitasi factionalisation dari kerajaan kecil di Jawa yang telah diganti Majapahit, mendirikan pijakan permanen di Jawa, dari yang tumbuh kerajaan kolonial darat yang menjadi salah satu harta kolonial terkaya di dunia.

Aturan negara Belanda
Lihat juga : Hindia Belanda

Batavia (Jakarta) pabrik teh pada 1860-an
Setelah VOC dibubarkan pada tahun 1800 setelah kebangkrutan, dan setelah kekuasaan Britania yang pendek di bawah Thomas Stamford Raffles, pemerintah Belanda mengambil alih kepemilikan VOC pada tahun 1816. Sebuah pemberontakan Jawa hancur dalam Perang Jawa 1825-1830. Setelah 1830 sistem Tanam Paksa dan buruh kontrak diperkenalkan di Jawa, Sistem Budidaya (dalam bahasa Belanda : cultuurstelsel). Sistem ini membawa Belanda dan sekutu kekayaan Indonesia yang sangat besar mereka. Sistem budidaya petani diikat ke tanah mereka, memaksa mereka untuk bekerja di perkebunan milik pemerintah selama 60 hari dalam setahun. Sistem ini dihapuskan dalam periode yang lebih liberal setelah tahun 1870. Pada tahun 1901 pihak Belanda mengadopsi apa yang mereka sebut Politik Etis, yang termasuk investasi yang agak meningkat dalam pendidikan adat, dan reformasi politik sederhana.
Penjajah Belanda membentuk kelas sosial atas istimewa tentara, administrator, manajer, guru dan pelopor. Mereka tinggal bersama-sama dengan” pribumi”, tetapi di bagian atas sistem kasta sosial dan rasial kaku  The Hindia Belanda memiliki dua kelas hukum warga,. Eropa dan pribumi. Kelas ketiga, Timur Asing, ditambahkan pada tahun 1920.
Upgrade infrastruktur pelabuhan dan jalan merupakan prioritas tinggi bagi Belanda, dengan tujuan modernisasi ekonomi, upah memompa ke daerah setempat, memfasilitasi perdagangan, dan mempercepat gerakan militer. Pada tahun 1950 insinyur Belanda telah dibangun dan ditingkatkan jaringan jalan dengan 12.000 km dari permukaan beraspal, 41.000 km dari luas jalan metalled dan 16.000 km dari permukaan kerikil. Selain itu Belanda membangun 7.500 kilometer (4.700 mil) dari kereta api, jembatan, sistem irigasi yang meliputi 1,4 juta hektar (5.400 sq mi) dari sawah, beberapa pelabuhan, dan 140 sistem air minum publik. Ini Belanda dibangun pekerjaan umum menjadi basis ekonomi negara kolonial, setelah kemerdekaan mereka menjadi dasar infrastruktur Indonesia.
Untuk sebagian besar dari masa kolonial, kontrol Belanda atas wilayah di kepulauan Indonesia itu renggang. Dalam beberapa kasus, polisi Belanda dan tindakan militer di wilayah Indonesia yang cukup kejam. Diskusi baru-baru, misalnya, kekejaman Belanda di Aceh telah mendorong penelitian terbaru tentang aspek-aspek pemerintahan Belanda. Barulah pada awal abad ke-20, tiga abad setelah pertama pos perdagangan Belanda, bahwa tingkat penuh kolonial wilayah didirikan dan kekuasaan kolonial secara langsung diberikan di apa yang akan menjadi batas-batas negara Indonesia modern Timor Portugis, sekarang Timor Timur, tetap. berada di bawah kekuasaan Portugis sampai tahun 1975 ketika diserbu oleh Indonesia. Pemerintah Indonesia menyatakan wilayah sebuah provinsi Indonesia, tetapi melepaskan itu pada tahun 1999.


MUSIK FADO PORTUGIS

MUSIK FADO
Asal gaya musik Portugis
Asal-usul budaya abad ke-19 awal Lisbon , Portugal
Instrumen khas gitar Portugis , gitar klasik
Bentuk derivatif Coimbra Fado

Fado ( pengucapan bahasa Portugis: [ Fadu ], " takdir, nasib " ) adalah genre musik yang dapat ditelusuri ke tahun 1820-an di Portugal, tapi mungkin dengan asal-usul jauh lebih awal. Sejarawan fado dan sarjana Rui Vieira Nery menyatakan bahwa "satu-satunya informasi yang dapat dipercaya tentang sejarah Fado itu secara lisan dan akan kembali ke 1820-an dan 1830-an di terbaik. Tetapi bahkan informasi yang sering diubah dalam proses transmisi generasi yang membuatnya menghubungi kami hari ini. "Dalam kepercayaan populer, fado adalah bentuk musik yang ditandai dengan lagu-lagu sedih dan lirik, sering tentang laut atau kehidupan orang miskin, dan diresapi dengan sentimen karakteristik pengunduran diri, fatefulness dan melankolis (longgar ditangkap oleh yang wordsaudade, atau "kerinduan"). Namun, meskipun asal-usul sulit untuk melacak, hari ini fado dianggap, oleh banyak orang, hanya sebagai bentuk lagu yang bisa mengenai apa saja, tetapi harus mengikuti struktur tertentu. Musik ini biasanya terkait dengan saudade kata Portugis yang melambangkan rasa kehilangan (a, rusaknya permanen dan kerusakan seumur hidup akibat nya). Penyanyi terkenal dari fado termasuk Amalia Rodrigues, Dulce Pontes, Carlos do Carmo, Mariza, Mafalda Arnauth, António Zambujo, Ana Moura dan Cristina Branco .

Gitar Portugis
Kata Fado berasal dari kata Latin Fatum, dari mana kata nasib bahasa Inggris juga berasal. Kata ini terkait dengan genre musik itu sendiri dan, meskipun kedua arti yang kurang lebih sama dalam dua bahasa, speaker Portugis jarang memanfaatkan fado kata mengacu pada takdir atau nasib.
Istilah Vates berarti iman (iman) yang diberikan kepada penyair, yang fata Skandinavia (untuk menulis musik) dan nama Perancis fatiste, juga berarti penyair telah dikaitkan dengan fadista istilah.


Sejarah
Fado hanya muncul setelah tahun 1830 di Lisbon. Saat itu diperkenalkan di distrik pelabuhan seperti Alfama, Mouraria dan Bairro Alto.
Ada banyak teori tentang asal-usul Fado. Beberapa melacak asal-usulnya atau pengaruh untuk "Cantigas de amigo" (teman songs).
Fado pemain di pertengahan abad ke-19 terutama dari kelas pekerja perkotaan dan pelaut, yang tidak hanya bernyanyi, tetapi juga menari dan mengalahkan fado. Selama paruh kedua abad ke-19, ritme Afrika akan menjadi kurang penting, dan para pemain menjadi hanya penyanyi.


Maria Severa - Fado - Singer (1820-1846)
Fado dengan demikian umumnya dinyanyikan oleh satu orang yang disebut fadista, dan biasanya disertai dengan gitar Portugis dan gitar klasik.
Fadista paling terkenal abad ke-19 adalah Maria Severa .
Baru-baru ini Amalia Rodrigues, yang dikenal sebagai "Rainha do Fado" ("Queen of Fado") adalah yang paling berpengaruh dalam mempopulerkan fado di seluruh dunia. pertunjukan Fado hari ini dapat disertai dengan kuartet string atau orkestra penuh.

Varietas fado
Ada dua varietas utama fado, yaitu orang-orang dari kota-kota Lisbon dan Coimbra. The Lisbon gaya yang lebih populer, sementara Coimbra adalah gaya yang lebih klasik. Fado modern populer di Portugal, dan telah menghasilkan banyak musisi ternama. Menurut tradisi, untuk bertepuk tangan fado di Lisbon Anda bertepuk tangan, sementara di Coimbra satu batuk seolah-olah membersihkan tenggorokan seseorang .

Lisbon Fado
Sejarah Awal
Lahir di konteks populer tahun 1800-an Lisbon, Fado hadir di saat-saat ramah dan rekreasi. Happening spontan, pelaksanaannya berlangsung di dalam ruangan atau di luar rumah, di kebun, bullfights, retret, jalan-jalan dan gang, bar, kafe de camareiras dan casas de Meia-porta. Membangkitkan tema urban munculnya, menyanyikan narasi harian, Fado secara mendalam terkait dengan konteks sosial diperintah oleh marginalitas dan pelanggaran dalam fase pertama, berlangsung di lokasi yang dikunjungi oleh pelacur, Faias, pelaut, kusir dan marialvas. Sering terkejut dalam penjara, aktornya - penyanyi - dijelaskan pada gambar Faia, seorang pria penyanyi fado, pengganggu dari suara kasar dan serak dengan tato dan terampil dengan pisau film yang berbicara menggunakan bahasa gaul . Seperti yang akan kita lihat , asosiasi fado untuk sebagian lingkup marjinal masyarakat pasti akan membuat intelektual Portugis menolaknya mendalam .

Contoh fado kedai khas di Museum theFado, Lisbon
Menyatakan persekutuan ruang ludis antara aristokrasi bohemian dan pinggiran paling disfavoured penduduk Lisbon, sejarah fado mengkristal menjadi mitos episode dari hubungan asmara antara Hitungan Vimioso dan Maria Severa Onofriana (1820-1846), seorang pelacur disucikan oleh bakat menyanyi, yang akan segera berubah menjadi salah satu mitos terbesar dari Sejarah Fado. Dalam gambar berturut-turut dan suara reprises, acuan untuk keterlibatan antara bangsawan bohemian dengan pelacur fado bernyanyi akan melintasi beberapa puisi yang dinyanyikan dan bahkan bioskop dan teater atau seni visual - dimulai dengan novel A Severa, oleh Júlio Dantas, diterbitkan pada tahun 1901 dan diangkut ke layar perak pada 1931 - film suara Portugis lebih dulu, disutradarai oleh Leitão de Barros.
Fado juga akan menaklukkan tanah dalam acara meriah yang terhubung ke kalender kota populer, pihak kebaikan atau cegadas - amatir dan populer presentasi teater umumnya dilakukan oleh laki-laki di jalan, di malam prestasi, dan asosiasi populer. Meskipun semacam ini presentasi adalah bentuk menghibur terkenal Lisbon Carnival, menikmati dukungan populer dan sering dengan karakter intervensi yang kuat, peraturan sensor pada tahun 1927 sangat tapi ireversibel akan berkontribusi pada kepunahan jenis acara .
The Teatro de Revista [ semacam teater vaudeville ], sebuah genre teater khas dari Lisbon lahir pada tahun 1851, akan segera menemukan potensi fado itu. Pada tahun 1870, fado mulai muncul dalam adegan musik dan dari sana proyek itu sendiri untuk khalayak yang lebih luas . Konteks Lisbon sosial dan budaya, dengan lingkungan yang khas, dan bohemia, diasumsikan protagonisme mutlak di Teatro de Revista. Naik ke tahap teater, fado akan menghidupkan Revista, mengembangkan tema baru dan melodi. Teatro de Revista didalangi dan penuh dengan refrain. Fado akan dinyanyikan oleh aktris terkenal, dan penyanyi fado ternama, menyanyikan repertoar mereka. Dua pendekatan yang berbeda untuk fado akan menjadi tercatat dalam sejarah: fado menari bergaya oleh Francis dan fado dibicarakan João Villaret. Seorang tokoh sentral dalam sejarah Fado, Herminia Silva menaklukkan ketenaran pada tahap teater di tahun 1930-an dan 1940-an, menambahkan hadiah bernyanyi jelas dia orang-orang dari aktris lucu dan revisteira .



SEJARAH MUSIK POP DUNIA

MUSIK POP DUNIA


Artikel ini berisi tentang musik populer dari berbagai genre . Untuk genre musik pop, lihat musik pop.


Musik populer merujuk kepada salah satu dari sejumlah genre musik yang "memiliki daya tarik yang luas" dan biasanya didistribusikan ke khalayak yang besar melalui industri musik. Ini berlawanan dengan baik seni musik dan musik tradisional, yang biasanya disebarluaskan secara akademis atau secara oral lebih kecil, penonton lokal. Meskipun musik populer kadang-kadang dikenal sebagai "musik pop", dua istilah yang tidak dapat dipertukarkan. Musik populer adalah istilah umum untuk musik dari segala usia yang menarik bagi selera populer, sedangkan musik pop biasanya mengacu pada genre musik yang lebih spesifik.

Sejarah Musik Klasik sejak Musik Gregorian tahun 590

Musik Klasik dimulai dengan penemuan Notasi Gregorian tahun 590 oleh Paus Agung Gregori, berupa balok not dengan 4 garis, namun notasi belum ada hitungannya. Paus Gregory semasa hidupnya telah mencatat lagu-lagu Gereja dengan Notasi Gregorian tersebut sebelum tahun 590 musik mengalami kegelapan tidak ada peninggalan tertulis yang dapat dibaca.
Notasi Gregorian Tahun 590
Notasi musik lahir pada tahun 590 yang disebut Notasi Gregorian, yang ditemukan oleh Paus Agung Gregori, di mana sebelumnya musik mengalami kegelapan tidak ada peninggalan tertulis. Pada masa hidupnya Paus Gregori telah menyalin ratusan lagu-lagu Gereja dalam Notasi Gregorian tersebut. Notasi ini memekai 4 garis sebagai balok not, tetapi belum ada notasi iramanya (hitungan berdasarkan perasaan penyanyi. Di sini sifat lagu masih sebagai lagu tunggal atau monofoni.Notasi gregorian biasanya digunakan sebagai notasi untuk memainkan lagu gereja

Musik Organum 1150-1400
Pada awalnya orang menyanyi dengan nada yang sama, atau disebut dengan organum, nada atas dinyanyikan oleh wanita atau anak-anak, sedangkan nada rendah dinyanyikan oleh laki-laki. Di sini terjadi susunan lagu berjarak oktaf, suara tinggi (wanita/anak-anak) dan suara rendah (laki-laki).dan beberapa teknik suara lainya.

Musik Diafoni 1400-1600
Ternyata tidak semua dapat mengikuti suara tinggi atau suara rendah.Oleh sebab itu diputuskan untuk membuat suara yang kuart lebih rendah mengikuti melodi, kuart tinggi maunpun kuart rendah, dan musik yang demikian ini disebut musik diafoni (dia=dua, foni=suara).

Basso Ostinato Tahun 1600
Orang-orang Italia pada tahun sekitar 1600 menemukan apa yang disebut Basso Ostinato atau Bass yang bergerak gendeng atau gila, berupa rangkaian nada-nada yang bergerak selangkah demi selangkah ke bawah atau ke atas, kemudian diulang pada rangkaian nada lain.

Musik Polifoni Era Barok 1600-1750
Ternyata suara yang mengikuti sama dengan melodi menjadi membosankan, maka mulailah suara tidak bergerak secara sejajar, maka mulailah dengan arah yang berlawanan. Komponis Giovani Perluigi da Palestrina (1515-1594) adalah perintis tentang hal ini, dan disusun teori mengenai musik melodi banyak (polifoni), sehingga setiap nada atau titik (punctus=point) bergerak secara mandiri atau berlawanan (counter), di sinilah lahir teori kontrapun (counterpoint=kontrapunt).
Johan Sebastian Bach (1685-1750) adalah salah satu empu musik polifoni dengan teknik kontrapun yang sangat tinggi, karema disusun seperti matematik. Hampir semua komponis Era Barok (1600-1750) menyusun dengan teknik kontrapun, misalnya George Frederic Handle dari Inggris, Jean Remeau dari Pernacis, Correli dari Itali, dlsb. Lagu rakyat dengan gaya polifoni adalah Papa Yakob.
Pada awalnya orang menyusun dengan Kontrapun Terikat atau Strict Counterpoint, namun kemudian menadapat kebebasan berdasarkan teori Kontrapun Bebas atau Free Counterpoint.

Musik Homofoni Era Klasik 1750-1825
Selanjutnya pada Era Klasik (1750-1825) ditemukan susunan akord yang berdasarkan tri-suara (triad), selanjutnya berkembang dengan empat suara atau lebih. Musik yang demikian ini disebut Musik Homofoni, sehingga kontrapun menjadi variasi melodi yang kontrapuntis.

Musik Klasik Era Romantik 1820-1910
Hampir tidak banyak perubahan dalam kontrapun dan harmoni secara fundamental pada Era Romantik (1820-1910), namun ada kemajuan dalam orketrasi lengkap (dengan penemuan alat musik). Era ini adalah yang terakhir dan masih dapat diterima dengan pendengaran masyarakat umum. Terutama pada musik opera, musik balet, dan walsa wina.

Musik Klasik Modern 1910-sekarang
Musik Modern dengan Musik Atonal dan Politonal telah jauh dari penggemar musik yang menyenangi musik konvensional, karena suara yang disonan dan irama yang tidak teratur membutuhkan konsentrasi dalam mendengar.

Sejarah Musik Pop sejak 1920
Musik Ragtime di Amerika Serikat sejak 1890
Musik Ragtime atau Cincang-Babi, adalah musik Amerika yang dipengaruhi oleh etnis Afrika-Amerika dan musik klasik Eropa. Musik ini mulai terkenal di daratan Amerika sekitar tahun 1890 hingga 1920. Musik ini mempuyai tempo atau irama yang cepat dengan dominasi sinkopasi, namun ada juga yang berirama agak lamban.
Biasanya musik ini dimainkan khusus dengan piano, gaya cincang-babi, dan para pianis dan pencipta antara lain Scott Joplin (1868-1917), James Scott (1885-1938), dan Joseph Lamb (1887-1959).

Musik Blues di Amerika Serikat sejak 1895
Musik Blues juga lahir dari etnis Afrika-Amerika di semenanjung Delta Mississippi pada akhir abad XIX sekitar tahun 1895 dan berlangsung hingga kini. Musik ini lahir dari kehidupan para budak yang bekerja sebagai buruh tani ras Afrika di Amerika, di mana pada saat mereka bekerja atau istirahat sore hari mereka mengalunkan lagu-lagu sedih (blues) yang khas melodi ras Afrika, dan tentu saja dengan lirik-lirik budak yang tertindas pada waktu itu. Pada awalnya lagu blues hanya dinyanyikan tanpa iringan instrument, kemudia baru meraka mempergunakan alat petik gitar sebagai iringan.
Belakangan musik blues ini memengaruhi perkembangan musik jazz, country, dan rock. Perhatikan bahwa irama dan melodi musik blues sangat kental dengan ras Afrika. Kadang-kadang dalam syair timbul cerita tentang kesedihan mereka sebagai budak dan buruh tani, dan tentu saja perkembangannya sangat dipengaruhi lingkungan urban maupun desa Amerika, di mana ras Afrika mendominasi gaya musik blues.
Para pemusik blues dan pencipta blues, rata-rata orang hitam Amerika, adalah di mana W.C. Handy (1873-1958) adalah bapak blues. Lagu Aunt Hagar's Children dan Saint Louis Blues diterbitkan masing-masing pada tahun 1914 dan 1921.

Musik Pop di Amerika Serikat mulai 1920
Setelah Perang Dunia I berakhir (1918), maka musik baru di benua Amerika lahir yang disebut dengan Musik Populer. Musik ini terutama sebagai musik lantai dansa yang pada waktu itu menjadi populer sekali dan digemari oleh masyarakat seluruh dunia.

Musik Amerika Latin lahir sejak 1857
Ciptaan-ciptaan pencipta pada waktu itu dengan pengaruh latin adalah antara lain dari George Bizets Hababera dari opera Carmen (1875); Scott Joplin’s Mexican Serenade, Solace (1902); Maurice Ravels Rapsodie Espagnole (1907), dan Bolero (1928).
Musik pop latin dimulai sejak dansa latin dikenal, yaitu sejak tahun 1920 juga. Dansa Tango menjadi salah satu balroom dance yang terkenal pada tahun 1920 di Amerika maupun Eropa, di mana lagu Tango yang bertangga nada minor dan melankolik, serta step dansa yang agresif. Setelah itu tahun 1930 dan 1940 berkembang menjadi salah satu musik yang digemari di dunia, dengan tokoh seperti Xavier Cugat, Peres Prado, dlsb. Irama yang berkembang pada waktu itu adalah Rhumba, Samba, Conga, Salsa, Mambo, dlsb.

Musik Country sejak 1920
Musik Country sering diidentitaskan dengan musik cowboy (penggembala sapi). Musik ini lahir pada rekaman permainan biola country John Carson dengan rekaman "Little Log Cabin in the Lane" oleh Okeh Records pada tahun 1923. Kemudian lahir rekaman oleh Columbia pada tahun 1924 "Old Familiar Tunes". Seperti diketahui steel guitar masuk country pada tahun 1922, di mana Jimmie Tarlton bertemu dengan Hawaiian guitarist Frank Ferera pada pantai barat Amerika.
Mulai tahun 1927, selama 17 tahun Carters merekam sekitar 300 old-time ballads, lagu traditional, lagu country, dll. Selanjutnya pada tahun 1930-an dan 1940-an lagu cowboy menjadi populer di semua film Hollywood. Dan tahun 1939 irama Boogie-woogie menjadi terkenal.

Sumber:
Tagg Philip (1982) "Analysing Popular Music : Theory, Method and Practice" in Popular Music, 2
·         Middleton, Richard (1990/2002). Studying Popular Music. Philadelphia: Open University Press. ISBN 0-335-15275-9.
·         Bennett (1980).
·         Birrer, Frans A. J. (1985). "Definitions and research orientation: do we need a definition of popular music?" in D. Horn, ed., Popular Music Perspectives, 2 (Gothenburge, Exeter, Ottawa and Reggio Emilia), p. 99-106.
·         Hall, S. (1978). "Popular culture, politics, and history", in Popular Culture Bulletin, 3, Open University duplicated paper.
·         Everett, Walter (1997). "Swallowed by a Song: Paul Simon's Crisis of Chromaticism", Understanding Rock: Essays in Musical Analysis. New York: Oxford University Press. ISBN 0-19-510004-2.
·         Hamm, Charles (1979). Yesterdays: Popular Song in America. New York: W.W. Norton & Company. ISBN 0-393-01257-3.
·         Manuel, Peter (1988). Popular Musics of the Non-Western World: An Introductory Survey. New York: Oxford University Press. ISBN 0-19-505342-7.

·         Marcello Sorce Keller (2000). "Popular Music in Europe", in James Porter, Timothy Rice and Chris Goertzen (eds.), Garland Encyclopedia of World Music: Europe, New York, pp. 204- 213.

STRUKTUR MELODI BLUES

SUSUNAN  MELODI  MUSIK BLUES
 Mayor A B C# D E F# G# 
2 May Pentatonic A B C# E F# 
3 Blues May A C D D# E F# 
4 Minor A B C D E F G 
5 Melodic Minor A B C D E F# G# 
6 Harmonic Minor A B C D E F G# 
7 Min Pentatonic A C D E G 
8 Blues Min A C D D# E G 
9 Augmented A C C# E F# G# 
10 Bebop A B C# D E F# G G#
11 Cromatic A A# B B# C C# etc etc
12 Whole half A B C D D# F F# G#
13 Half Whole A A# C C# D# E F# G
14 Whole Tone A B C# D# F G 
15 Augmented Fifth A B C# D E F F# G#
16 Algerian A B C D# E F G# 
17 Arabian A B C# D D# F G 
18 Balinese A A# C E F 
19 Bartok A B C# D# E F# G 
20 Byzanter A A# C# D E F G# 
21 Chinese A B C# E F# 
22 Egyptian A B D E G 
23 Enigmantic A A# C# D# F G G# 
24 Spanish A A# C# D E F G 
25 Spanish 8 Tone A A# C C# D D# F G
26 Ethiophian A B C D E F G 
27 Gipsy A A# C# D E F# G 
28 Hungarian A B C D# E F G 
29 Hindu A B C# D E F G 
30 Iwato A A# D D# G 
31 Japanese A A# D E F 
32 Japanese A A# C D E F# G 
33 Jewish A A# C# D E F G 
34 Hawaian A B C D E F# G# 
35 Hirajoshi A B C E F 
36 Hungarian Min A B C D# E F G# 
37 Hungarian May A C C# D# E F# G 
38 Kumoi A A# D E F 
39 Leading WT A B C# D# F G G# 
40 Muhammad A B C D E F G# 
41 Mongolia A B C# E F# 
42 Neapolitan A A# C D E F 
43 Neapolitan May A A# C D E F# G# 
44 Oriental A A# C# D D# F# G 
45 Over Tone A B C# D# E F# G 
46 Pelog A A# C E G 
47 Persian A A# C# D D# F G# 
48 Ionian A B C# D E F# G# 
49 Dorian A B C D E F# G 
50 Phyrigian A A# C D E F G 
51 Lydian A B C# D# E F# G# 
52 Mixolydian A B C# D E F# G 
53 Aeolian A B C D E F G 
54 Locrian A A# C D D# F G 
55 Ionian Harmonic A B C D E F G# 
56 Locrian Nat 6 A A# C D D# F# G 
57 May Sharp 5 A B C# D F F# G# 
58 Dorian Sharp 4 A B C D# E F# G 
59 Phyrigian May A A# C# D E F G 
60 Lydian Sharp 2 A C C# D# E F# G# 
61 Super Locryan Double Flat 7 A A# C C# D# F F# 
62 Jazz Minor A B C D E F# G# 
63 Dorian B2 Minor A A# C D E F# G# 
64 Lydian Agmented Minor A B C# D# F F# G# 
65 Lydian Flat 7 Minor A B C# D# E F# G 
66 Mixolydian Flat 6 Minor A B C# D E F G 
67 Locrian Sharp 2 Minor A B C D D# F G 
68 Super Locrian Minor A A# C C# D# F G 
69 Pentatonic Major A B C# E F F# 
70 Pentatonic Mode 2 A B D E G 
71 Pentatonic Mode 3 A C D F G 
72 Pentatonic Mode 4 A B D E F# 
73 Pentatonic Dominan A B C# E G 
74 Pentatonic Minor A C D E G 
75 Alfered Pentatonic A A# C# E F# 
76 Blues A C D D# E F# 
77 May Arpegio A C# E 
78 Min Arpegio A C E 
79 Maj 7 Arpegio May A C# E G# 
80 Maj 7 Arpegio Min A C# E G 
81 Min 7 Arpegio May A C E G# 
82 Min 7 Arpegio Min A C E G 
83 May 9 Arpegio A B C# E G 
84 Min 9 Arpegio A B C E G 
85 May 11 Arpegio A B C# D E G 
86 Min 11 Arpegio A B C D E G 
87 May 13 Arpegio A B C# D E F# G 
88 Min 13 Arpegio A B C D E F# G 
89 Augmented Arpegio A C# F 
90 Diminished Arpegio A C D
# f#
ok!! kali ini aku akan  bagi pengalaman ku bagaimana melatih improvisasi dan ber eksplorasi dalam tehnik bermain blues gitar ..
 yang pertama sekali anda harus  kenal istilah 2 yang mencakup tehnik2 permainan blues gitar seperti yang akan ku sebut di bawah ini :
1.bending
 
2.slide and gliss
3.quarternote bend
4.bend and release
5.double stop
6.unisound bending
7.grace note bend
8.semitone bending
9.double string bending
10.prebending
 jika minimal anda mampu dan menguasai dan mempraktekkan istilah di atas yang banyak di pakai dalam tehnik permainan blues maka jalan jadi gitaris blues tulen sudah terbuka bagi sobat2 hehe ..

  yang kedua yang wajib anda kuasai adalah penguasaan dan pengetahuan akan akord dominant 7th 
 karena blues di bangun atas dasar dan akar dari chord2 dominant 7th ,contohnya seperti ini alur akordnya:
C7--F7--C7--G7-..   atau yang termasuk sering di pakai blueser  A7 -D7 -E7 ...

Yang ketiga adalah menguasai
  blues scale atau mode yang di perlukan untuk berhasil membangun karakter dan style blues yang anda inginkan ,dalam hal ini yang terbanyak di pakai adalah PENTATONIK SCALE/BLUE NOTE ,,, di karenakan memiliki susunan notasi termudah dan terpopuler maka scale ini pasti dan terbanyak di gunakan oleh seluruh gitaris dunia baik yang pemula maupun mahir..
berikut susunann notasi pentatonik scale legendaris itu ...6-1-2-3-5-6 (mudah banget kan)
oya sekedar catatan jika anda memainkan nada C7-F7-G7 namun anda memulai nada ke 6 nya tepat pada C nya selanjutnya 6-1-2-3-5-6 lagi maka yang terbentuk adalah nuansa ROCK N ROLL yang kental tentunya di barengi dengan permainan bending yang benar plus akurat hahahah...
 sekedar referensi bro coba googling di you tube nama 2 beken seperti  bb king,george benson ,albert king garry moore,jimi hendrix, santana,slash,chuck berry,scotty moore,SRV,richie sambora ,dll,,beliau2 adalah gitaris2 yang banyak di ulik permainan bluesnya
nah bro penasaran kah bagaimana mempraktekkan nya dengan cepat ..so this is will be continue ...dan akan ku sertakan video tuornya agar anda sekalian pemula lebih cepat menangkap apa yang saya maksudkan dalam tulisan kali ini ....so check it out at next post guys !!!thanks n gbu
Diposkan oleh shreddy master | 22.55 | 0 komentar »
setiap pagi aku pake jurus "gitar pengawuran"hanya untuk membangkitkan insting n moody bermain gitar ku ...justru kadang kala dari lick2 n riff2 pengawuran seperti ini sering kali aku menemukan suatu tehnik baru yang mungkin yang lain udah tau,tapi bagiku... itu suatu hal yang exited untuk di ulang ulang melatihnya,..n secara tidak langsung makin memperkaya tehnik improvisasi kita ...so jangan remehkan fingering mu...jurus ini kunamakan arpegiio pagi hehehe...bagi yang baru belajar ...selamat menikmati n gregetan ,,,bagi yang udah expert silahkan bernostalgia  jaman anda belajar kecepatan dulu ...hehehe...bukan sulap bukan sihir hanya "NGAWURPEGGIO PAGI" find it too @ http://www.facebook.com/saintkhokho
hi guys...pagi ini gue dapet inspirasi buat share tentang scale2 guitar dari berbagai belahan dunia ...jika kamu berhasil menguasai scale ini ,pada saat2 tertentu kamu musti mengambil bagian solo melodymu ,,masukan tangga nada2 yang sakral ini karna penting baget bisa ngebangun nuansa dari sebuah lagu hanya dari intro,interlude ato ending sebuah lagu, nah...ga ada salahnya bagian2 tadi kamu perkaya dengaan tangga nada kayak gini ini ...ok ..lets check it out bro!! 
 semua scale musti kamu lihat dari mayor ato minor akord...terserah
 
1.javanese scale..scale jawa pada kunci do=C
------------------------------------------------------------------7-----8-------------------------------|1 senar 1 kecil
----------------------------------------------5----6------8---------------------------------------------|2
---------------------------------7-----1-----------------------------------------------------------------|3
------------2-----3------5------------------------------------------------------------------------------|4
-----3---------------------------------------------------------------------------------------------------|5
----------------------------------------------------------------------------------------------------------|6senar 6 besar
2.CHINESE SCALE pada kunci do=A
-------------------------------------------------------------------------5-------7----------------------
--------------------------------------------------------------5------7-----------------------------------
------------------------------------------------4-------7------------------------------------------------
---------------------------------4-------7---------------------------------------------------------------
 
-------------------5------7-----------------------------------------------------------------------------
----5-------7--------------------------------------------------------------------------------
3.arabian scale pada kunci E
-------------------------------------------------------------------------------11--12--13------
---------------------------------------------------------9--10----12----13------------------------
--------------------------------------------8--9--10--------------------------------------------
-----------------------------6--7--9-10---------------------------------------------------------
-----------------6--7--8-----------------------------------------------------------------------
--4--5--7--8-------------------------------------------------------------------------------
4.-IRLANDIAN SCALE pada kunci E
--------------------------------------------------------------------------9--10----12-----------
--------------------------------------------------------9---10----12-----------------------------
--------------------------------6---7------9----11-----------------------------------------------
--------------6----7-----9---------------------------------------------------------------------
-----7---9------------------------------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------------------------------------
5.AUGHMENTED SCALE pada kunci A MAYOR
-------------------------------------------------------------------------------8--10----12---13--------
-------------------------------------------------------------------------------8--10----12-------
--------------------------------------------------------------6--7---9--10---------------------
------------------------------------------------5---7---9------------------------------------
--------------------------4---5----7----8-------------------------------------------------------
----1----3-----5-----7--------------------------------------------------------------------------
6.JAPANESE SCALE pada kunci A
----------------------------------------------------5---6--------------------------------------
------------------------------------------5---6------------------------------------------------
-----------------------------------7----------------------------------------------------------
------------------------7----8-----------------------------------------------------------------
--------------7---8---------------------------------------------------------------------------
----5---6-------------------------------------------------------------------------------------
Catatan...angka menunjukkan senar no n fret yang kamu petik ya...selamat merasakan ...
semoga menyenangkan n berguna buat kamo semua ...ok tunggu hot topik berikutnya ya...sebenarnya dari satu sisi ada yang bilang scale diatas boleh di sebut minor harmonic,pentatonis dan sebagainya ,,,pada bahasan berikutnya akan saya tulis lebih banyak lagi scale yang banyak digunakan dan scale yang cukup sulit fingeringnya tapi banyak di pakai gitaris2 dunia ,,,salam rockn roll!!!
morning bro gitaris2!!ini  moe bagi lick sweep mayor arpeggio yang ku suka an kedengaran bagus  n mudah bgt di kuasai tapi kedengaran kamu jason becker or yngwie bgt gitu heheh..
1. coba jalankan sweep arpeggio c mulai dari senar 3  fret 12 urutannya gini
 
    ------------------------------------------12--15---20----15----------------------------------------|
    ------------------------------------13-------------------------17------------------------------------|
    ---12--9-----------------9--12-------------------------------------17------------------------------|
    -----------10-------10-----------------------------------------------------17-----------------------|
    ----------------10----------------------------------------------------------------19------15--------|
    ------------------------------------------------------------------------------------------------------|

2.---8---3----------------8--12---15--12-------------12--15-----20--15-----------------------------|
   ----------5---------8--------------------13------13------------------------17-----------------------|
   -------------5--9----------------------------12----------------------------------17------------------|
   -------------------------------------------------------------------------------------------------------|
   -------------------------------------------------------------------------------------------------------|
   -------------------------------------------------------------------------------------------------------|
   cattatan: sweep ini bisa menggila di tanganmu jika alur fingering mu sudah mantap..no 1.coba kamu latih dengan berbagai kunci mayor ..ingat 1 ketuk satu sweep akord ..yang nomor 2 ini ada empat posisi accord c yang berbeda bentuk di sweep se enak kamu ajalah posisinya nti kan terasa kalo udah jalan posisi mana yang paling nyaman..
 ok bro sementara ini dulu ya latih selama 2 hari ga usah tidur ampe subuh baru terasa deh lick maut ini ...gunakan dalam kondisi yang terdesak aja itu saran ku heheheh..ciao selamat bergerilya tangannya!@%$#!@

ada kunci manapun [termasuk Bb dan Eb yang kurang populer pada gitar], akord – akord yang dibuat dengan kerangka harmoni yang tepat dari skala mayor cenderung berbunyi bagus ketika digunakan bersama – sama dalam sebuah pergerakan progresi. Diantara pergerakan progresi akord yang berulang kali sering muncul dalam musik pop adalah :
·         I – IV – V [progresi paling umum dalam musik blues, country dan rock, contohnya : Sebagian besar lagu country, Summertime Blues, Love Me Do, Wild Thing, Louie Louie, Hang On Sloppy, dan Rock n Roll nya Led Zeppelin, dan lain - lain. O iya, tentu saja termasuk La Bamba..]
·         ii – V – I [progresi paling umum dalam musik jazz, contohnya : Autumn Leaves, Fly Me To The Moon, I've Got You Under My Skin, I Will Survive, dan lain - lain.
·         I - vi - ii - V [contohnya : Summer Holiday, L.O.V.E., Blue Moon, dan lain - lain]
·         I – ii – iii – IV – V [contohnya : Like A Rolling Stone, dan lain - lain]